Halloween Costume ideas 2015

TENTUKAN USER EXPERIENCE YANG TEPAT DENGAN CARA – CARA INI!

www.opowi.id - TENTUKAN USER EXPERIENCE YANG TEPAT DENGAN CARA – CARA INI!
            User Experience (UX) adalah salah satu elemen yang penting dalam meningkatkan konversi serta meraih profit yang tinggi melalui aplikasi yang Anda buat. Dengan bertujuan untuk memberi rasa nyaman pada pengalaman pengguna, UX seharusnya dibuat sesederhana dan semudah mungkin. Berikut ini adalah cara – cara untuk menentukan user experience anda secara tepat!


1. Kenali karakteristik pengguna Anda
Sebelum membuat desain UX, jangan lupa untuk mengidentifikasi dan mengenali karakteristik dari pengguna aplikasi Anda. Hal itu terkait dengan budaya, latar belakang pendidikan, kondisi sosial, status ekonomi, gaya hidup, dan hal–hal lainnya terkait dengan pengguna Anda karena tujuan UX adalah membuat pengguna nyaman, maka pastikan bahwa Anda tidak ‘salah sasaran’.

2. Buat aplikasi yang betul–betul “berguna” dan mudah digunakan
Tidak semua aplikasi yang tampaknya bagus dan sangat canggih akan sangat berguna bagi penggunanya. Karena bisa saja semua kelengkapan dan kecanggihan aplikasi tersebut malah membuat penggunanya menemukan banyak kesulitan. Ini mungkin faktor yang paling krusial dalam UX, yaitu apakah aplikasi Anda dapat digunakan dengan mudah. Ketika pengunjung masuk ke dalam sebuah website, secara alamiah dia akan masuk dan menggunakan visualisasi yang ada dalam website tersebut untuk masuk dan bernavigasi di dalam. Contohlah Quora atau Flickr, sebuah website yang pada dasarnya plain basic dan tidak banyak ornamen, namun penggunanya tidak mengalami kesulitan dalam bernavigasi dan juga menggunakan layanan-layanannya. Tidak dibutuhkan manual untuk melakukan hal ini, menunjukkan betapa bagusnya UX di kedua situs tersebut.

3. Jaga kekonsistenan aplikasi Anda
Ada dua macam konsistensi, yaitu konsistensi internal (antar komponen di website),namun juga bisa konsisten dengan konvensi/standard internasional yang berlaku. Yang dimaksud konsisten adalah kekonsistenan dalam layout ataupun look and feel dari berbagai halaman dalam sebuah website.Coba tengok website Apple.com, yang memiliki beragam layout untuk halaman depan, halaman produk, store, fitur dan sebagainya, namun tetap konsisten dengan look and feel secara keseluruhan.

4. Perhatikan pentingnya pembuatan form sign-up
Form sign-up ternyata memainkan peran yang cukup penting dalam mendesain UX yang tepat. Mengapa? Sign-up form yang tiba-tiba muncul sesaat setelah membuka sebuah situs, adalah salah satu penghalang terbesar untuk berinteraksi dengan user. Riset telah membuktikan bahwa 86% orang tidak menyukai sign-up forms, dan 23% tidak akan menjadi pelanggan kita meskipun mereka sudah mengklik tombol sign-up. Lebih baik untuk membiarkan pengguna ‘berselancar’ terlebih dahulu lalu kemudian tawarkan imbalan yang bisa mereka dapatkan jika mengisi form sign-up, misalnya: kesempatan mengikuti undian berhadiah, atau kiriman promo–promo yang ditawarkan secara gratis.

5. Tampilkan fitur yang tepat
Search function, atau fungsi pencarian, adalah salah satu fitur yang paling sering dicari oleh pengguna. Jika Anda menawarkan barang atau jasa, tentunya fitur ini akan sangat membantu para pengguna aplikasi. Selain itu, live chat dengan admin juga menjadi fitur yang bisa meningkatkan UX di aplikasi Anda.

6. Ukur dengan data yang spesifik
Jika suatu aplikasi sudah diluncurkan, ada baiknya untuk melakukan pengukuran. Pengukuran bisa dilakukan dengan mengadakan survei, menyebarkan kuesioner, atau mengadakan suatu simulasi kepada para pengguna yang belum mengetahui aplikasi Anda sebelumnya. Hal ini bisa digunakan developer sebagai rujukan untuk lebih meningkatkan aplikasi dan memperluas pangsa pasar.

7. Selalu mengikuti perkembangan trend
Eits! Mengikuti perkembangan trend bukan berarti Anda harus berubah terus sesuai dengan trend yang sedang berlangsung. Tapi lihatlah apa yang sedang berkembang dan digemari banyak orang, kemudian sesuaikan dengan aplikasi yang Anda buat. Jika sesuai, Anda bisa mengimplementasikannya. Namun, jangan sampai asal mengikuti semua yang ada, karena belum tentu semuanya cocok. Jangan pernah meninggalkan identitas dan jati diri yang sudah Anda tampilkan, hanya untuk mengikuti trend semata.
8. Perhatikan evaluasi dan feedback dari pengguna
Karena User Experience (UX) sudah tentu berorientasi pada user, maka pastinya feedback dari para pengguna aplikasi Anda sangatlah penting. Kebanyakan developer memilih pengguna tertentu untuk pengujian beta dan meningkatkan prototipe-nya berdasarkan hasil uji ini sebelum meluncurkannya ke publik. Jika ada user yang merasa tidak nyaman atau kesulitan menggunakan aplikasi Anda, atau ingin memberikan saran terkait dengan UX di aplikasi Anda, perhatikanlah hal–hal tersebut sebagai bahan evaluasi yang aktual. Karena bagaimanapun juga, UX sebagus apapun tanpa pengguna pun akan percuma.
Dengan mempelajari UI/UX Anda akan mempelajari hal-hal seputar User Interface (UI) dan User Experience (UX)dengan lebih terarah dan mendalam sehinggadapatmenciptakan User Experience (UX) yang lebihefektif, efesien, dan juga mengutamakankenyamanandariuser.
Nah, buat yang maubelajar UI/UX , di IDS | International Design School menyediakan program UI/UX sehinggamendapatkan ilmu pengetahuan seputar design thinking, membuat wireframe dan prototype, menguji usability prototype, dan masih banyak lagi.
Nah, buat Anda yang masih bingung dan mau intip-intip dulu seputar program kita. Bisa cek di instagram, facebook atau  website kita di www.idseducation.com
Source:
123


Posting Komentar

bagaimana pendapat anda tentang artikel www.opowi.id diatas???

nb:Walaupun blog ini dofollow jangan melakukan spam!!!.saya mengharapkan komentar anda untuk kelangsungan blog ini.. :)Terimakasih

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget